Tahun 2011 yang lalu, banyak kaum muda yang telah mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mereka juga berupaya untuk mengenyampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, serta rajin menggelar pertemuan-pertemuan. Nah, bagaimana dengan peran pemuda di tahun 2012 ini? Yang utama, menurut hemat penulis adalah menjaga dan mengisi persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terwujud ini. Bahwa keberagaman etnis, agama, sebenarnya sebuah mozaik yang indah, kaya warna, penuh keberagaman dan perbedaan. Sehingga penting bagi kaum muda di tahun 2012 untuk selalu hidup berdampingan secara damai, rukun, harmonis dalam etnis, menghindari jebakan politik etnis, serta saling menghargai perbedaan yang ada.
Showing posts with label Andika Pasti. Show all posts
Showing posts with label Andika Pasti. Show all posts
Tuesday, January 17, 2012
Merindukan Peran Aktif Pemuda Tahun 2012
Oleh : Andika Pasti
Tahun 2011 yang lalu, banyak kaum muda yang telah mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mereka juga berupaya untuk mengenyampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, serta rajin menggelar pertemuan-pertemuan. Nah, bagaimana dengan peran pemuda di tahun 2012 ini? Yang utama, menurut hemat penulis adalah menjaga dan mengisi persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terwujud ini. Bahwa keberagaman etnis, agama, sebenarnya sebuah mozaik yang indah, kaya warna, penuh keberagaman dan perbedaan. Sehingga penting bagi kaum muda di tahun 2012 untuk selalu hidup berdampingan secara damai, rukun, harmonis dalam etnis, menghindari jebakan politik etnis, serta saling menghargai perbedaan yang ada.
Tuesday, November 8, 2011
Peran Pemuda Masa Kini
Oleh Andika Pasti*
Tahun 1928 yang lalu, kalangan pemuda mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mereka mengesampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, namun rajin menggelar pertemuan-pertemuan yang merisaukan penjajah Belanda. Dan tanggal 28 Oktober 1928, adalah puncak dari dambaan para pemuda itu, yang kemudian dikenal dengan “Sumpah Pemuda”.
Nah, bagaimana dengan situasi saat ini? Apa yang harus dilakukan kalangan pemuda?Yang utama, menurut hemat penulis adalah menjagadan mengisi persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terwujud tersebut. Bahwa keberagaman etnis, agama, sebenarnya sebuah mozaik yang indah, kaya warna, penuh keberagaman dan perbedaan. Sehingga penting bagi kaum muda masa kini, untuk selalu hidup berdampingan secara damai, rukun, harmonis dalam etnis, menghindari jebakan politik etnis, serta saling menghargai perbedaan yang ada.
Tahun 1928 yang lalu, kalangan pemuda mencurahkan segala pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mereka mengesampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, namun rajin menggelar pertemuan-pertemuan yang merisaukan penjajah Belanda. Dan tanggal 28 Oktober 1928, adalah puncak dari dambaan para pemuda itu, yang kemudian dikenal dengan “Sumpah Pemuda”.
Nah, bagaimana dengan situasi saat ini? Apa yang harus dilakukan kalangan pemuda?Yang utama, menurut hemat penulis adalah menjagadan mengisi persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terwujud tersebut. Bahwa keberagaman etnis, agama, sebenarnya sebuah mozaik yang indah, kaya warna, penuh keberagaman dan perbedaan. Sehingga penting bagi kaum muda masa kini, untuk selalu hidup berdampingan secara damai, rukun, harmonis dalam etnis, menghindari jebakan politik etnis, serta saling menghargai perbedaan yang ada.
Sunday, November 6, 2011
Kepiting Jepit Menjepit, Berang-Berang yang Punya
Oleh : Andika Pasti
Kepiting adalah binatang yang hidup di sungai atau danau dengan ciri khasnya memiliki dua buah jepitan di kiri kanan badannya. Kedua jepitan itu dipergunakan untuk menangkap mangsanya lalu dimakan. Sementara berang-berang adalah binatang yang juga hidup dan tinggal di sekitar sungai atau danau. Binatang ini biasanya selalu bergerombol dengan makanan kesukaannya yakni ikan dan tentu saja kepiting.
Penulis sengaja mengambil dari kiasan “Kepiting Jepit Menjepit, Berang-Berang yang Punya” ini demi kampung-kampung nun jauh di pedalaman, dengan maksud untuk menjelaskan, betapa ketika masyarakat kecil yang hidupnya selalu berkonflik, maka akan dengan mudah dikalahkan oleh para pemilik modal atau para pihak yang memiliki kepentingan dalam menggalakkan “pembangunan”. Masyarakat kecil di kampung kemudian hanya akan menanggung bencana dan duka lara, sementara para pihak yang “berkepentingan” itu semakin kaya raya.
Kepiting adalah binatang yang hidup di sungai atau danau dengan ciri khasnya memiliki dua buah jepitan di kiri kanan badannya. Kedua jepitan itu dipergunakan untuk menangkap mangsanya lalu dimakan. Sementara berang-berang adalah binatang yang juga hidup dan tinggal di sekitar sungai atau danau. Binatang ini biasanya selalu bergerombol dengan makanan kesukaannya yakni ikan dan tentu saja kepiting.
Penulis sengaja mengambil dari kiasan “Kepiting Jepit Menjepit, Berang-Berang yang Punya” ini demi kampung-kampung nun jauh di pedalaman, dengan maksud untuk menjelaskan, betapa ketika masyarakat kecil yang hidupnya selalu berkonflik, maka akan dengan mudah dikalahkan oleh para pemilik modal atau para pihak yang memiliki kepentingan dalam menggalakkan “pembangunan”. Masyarakat kecil di kampung kemudian hanya akan menanggung bencana dan duka lara, sementara para pihak yang “berkepentingan” itu semakin kaya raya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
