Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Khonghucu. Show all posts
Showing posts with label Khonghucu. Show all posts

Sunday, January 29, 2012

Merisaukan Langit dan Bumi

Oleh: Bratayana

ADALAH seorang naif yang kuatir bahwa pada suatu hari nanti langit akan runtuh dan dia tidak tahu dimana akan bersembunyi. Hal ini sangat mengganggu pikirannya sehingga tidur tak nyenyak, makanpun tidak nikmat. Mendengar kerisauan si naïf tadi, sang bijak mencoba menolong dan menjelaskan; bahwa sesungguhnya langit itu merupakan kumpulan udara (gas)yang di manapun kita berada atau bernafas, kita hidup tepat di dalam langit, mengapa engkau harus merisaukan langit akan jatuh menimpamu?

Namun si naïf masih belum bisa tenang; bagaimana pulau kalau bumi ini hancur? Tanyanya. Bumi juga terbentuk dari kumpulan zat padat. Yang di manapun kita berjalan atau menampakkan bumi, kita bergerak tepat di atas bumi. Mengapa engkau harus merisaukan bahwa bumi akan hancur?  Menanggapi perbincangan si naïf dengan sang bijak tadi, kaum sufi berkomentar; pelangi dan kabut tidaklah termasuk dari kumpulan udara (gas)/gunung dan tebing-karang bukankah juga terbentuk dari kumpulan zat padat? Maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa hal-hal tersebut tidak dapat rusak?

Sunday, January 15, 2012

Pelatih Sepak Bola

Oleh Bratayana

TERSEBUTLAH seorang pelatih tim sepak bola yang sangat ambisius, dia sangat mementingkan kemenangan di atas segala-galanya bahkan sama sekali tidak memperhatikan aturan main yang ada. Diangan-angannya hanya ada kata menang, yang lain tidak perlu dipikirkan. Cara dia melatih timnya, sungguh tidak umum, para pemain hanya dilatih bagaimana memasukkan bola ke jaring lawan. Adapun mengenai cara semuanya dihalalkan, mau main kayu, main sabun atau mainnya yang lainnya. Baginya kemenangan adalah satu-satunya jalan untuk menunjukkan identitas maupun eksistensi diri. Dengan demikian orang diharap akan mengakui dan menghargai kehebatannya.

Dia tidak menyadari, bahwa prinsipnya hanya benar separuh, karena dengan cara demikian bisa menunjukkan jati diri atau keberadaannya, tapi sesungguhnya justru sisi negatif yang ditonjolkan, sementara agar supaya dihargai orang lain …. Bagaimana mungkin?Lain halnya kalau dia melatih timnya dengan cara menjunjung tinggi sportivitas, bagaimana bermain dengan benar dan baik, kalah atau menang bukan tujuan, bahkan kalau bermain secara benar dan baik, kesempatan untuk menang di depan mata? Bukankah dengan bermain dengan benar dan baik, indah untuk ditonton? Bukankah dengan demikian integritas, jati diri dan keberadaannya akan dihargai orang lain?

Makna Sembahyang Besar Dong Zhi

Oleh Bratayana

SEMBAHYANG Besar Dong Zhi dilaksanakan pada saat musim dingin di negara yang mengalami empat musim. Sebagai salah satu sembahyang kehadirat Tian, Tuhan Yang Maha Esa, yang diselenggarakan diakhir tahun, tepatnya setiap tanggal 22 Desember atau tanggal 21 Desember apabila tahun kabisat, pada pagi dini hari saat Yin Shi/ Ien Si (jam 03.00 sampai dengan 05.00)Hari Dong Zhi ialah hari saat letak matahari tepat diatas garis balik 23,5 derajat Lintang Selatan. Pada saat itu dibelahan bumi utara mempunyai siang hari paling pendek dan malam hari yang paling panjang. Pada daerah-daerah utara yang mempunyai iklim subtropis dan dingin, tibalah musim dingin. Oleh karena itu pada zaman Dinasti Zhou/Ciu (1122 SM – 255 SM) saat itu dipandang sebagai hari permulaan tahun baru.

Menyambut Tahun Baru Imlek 2563

oleh : Ws. Ir. Djohan Adjuan


Tahun baru Imlek ke 2563 untuk tahun  ini jatuh pada tanggal 23 January 2012, adalah salah satu hari sembahyang besar bagi umat beragama Khonghucu .

Tahun baru Imlek sebagai awal/ hari pertama dari sebuah system penanggalan yang sudah tua umurnya; sudah dikenal sejak 4.700 tahun yang lampau di muka bumi ini.  Huang Di/ Kaisar Kuning adalah penggagas system penanggalan Imlek (hidup pada tahun 2696 sM – 2598 sM) adalah salah satu Nabi dalam Ru-Jiao (agama Khonghucu), Ia juga diakui sebagai nenek moyang orang Tionghoa. System penanggalan karya Huang Di ini pernah diterapkan pada Dinasti Xia (2205 sM – 1766 sM). Tetapi pada Dinasti berikutnya antara kurun waktu 1.500 tahun ( 1766 sM sampai dengan 202 sM) tidak memakai system penanggalan ini. Misalnya Dinasti Shang (1766 sM – 1122 sM) menggunakan system penanggalan sendiri yang awal tahun nya jatuh pada akhir musim dingin. Sementara Dinasti Zhou (1122 sM – 255 sM) menggunakan penanggalan lain, yang awal tahunnya jatuh pada puncak musim dingin yaitu 22 Desember

Saturday, November 12, 2011

Sepenuh Iman Menempuh Jalan Suci Yang Agung

Oleh Ws.Ir.Djohan Adjuan 

HIDUP di dalam Jalan Suci sebagaimana disuratkan di dalam Tengah Sempurna, itulah tujuan hidup yang dibawakan oleh Agama Khonghucu. Tiap insan adalah mengemban Firman yang dikaruniakan TIAN, dan Firman itulah menjadi watak sejatinya, yang menjadi harkat dan martabatnya sebagai manusia.

Semuanya itu yang menjadikan manusia memiliki kekuatan, dan kemampuan untuk menggemilangkan Kebajikan Yang Bercahaya dan mengamalkan sebaik-baiknnya dan juga menjadi kewajiban suci di dalam hidup yang harus dipertanggung jawabkan kepada TIAN Khaliknya, kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk dan kepada Alam Lingkungan hidup yang mendukungnya. Maka hidup menempuh Jalan Suci menjadi kemuliaan manusia, yang boleh menerima berkah TIAN, membawakan kesejahteraan, persaudaraan dan kebahagiaan dalam hidup ini, baik jasmani maupun rohani, duniawi maupun surgawi. ’Jalan Suci TIAN menurunkan berkah atas kebaikan dan menghukum kejahatan’.(Shu Jing IV.III.II.3). ‘Menjunjung dan memuliakan Jalan Suci TIAN adalah cara melindungi dan melestarikan Firman TIAN yang dikaruniakan’. (Shu Jing IV.II.IV.9). Insan yang hidup di dalam Jalan Suci, ia bahagia di dalam TIAN YME dan mengerti akan FirmanNya (LE TIAN ZHI MING). Maka tiada sedih cemas. Ia selamat sentosa di tanahnya, sentosa di dalam kedudukannya dan murnilah Cinta Kasihnya. Maka benar-benar mampu mencintai. (Yi Jing Babaran Agung V:22).

Saturday, November 5, 2011

Mengenang Hari Kelahiran Nabi Khongcu

MENGENANG HARI KELAHIRAN NABI KHONGCU

Pada 24 September 2011 (tanggal 27 bulan 8 Imlek) , adalah hari ulang tahun kelahiran Nabi Khongcu yang ke-2562 tahun. Karyanya bagi dunia pendidikan, etika moral, tata kenegaraan dan tata hubungan serta kesusilaan antar sesama manusia, juga  manusia dengan Tuhan Sang Pencipta, demikian besar pengaruhnya pada bangsa Asia pada umumnya. Sehingga dunia mengakuiNya sebagai seorang Nabi, Guru Agung Sepanjang Masa.  Dalam mengenang hari kelahiran Nya, kita ajak para pembaca untuk membuka kembali lembaran kehidupan Beliau yang telah meninggalkan kita 2490 tahun lamanya (wafat tahun 479 SM). Sebuah peristiwa yang telah lampau sekali, bahkan banyak hal telah dilupakan orang, namun dikarenakan kebajikan mulia Beliau yang disumbangkan kepada umat manusia, maka karyaNya dibukukan oleh murid-murid serta pengikutnya, dan dilestarikan secara turun temurun sampai saat sekarang. AjaranNya disebut agama Ru (Ru-jiao) atau di Indonesia disebut agama Khonghucu.

Sepenuh Iman Menempuh Jalan Suci Yang Agung

( Cheng Xing Da Dao )

Hidup di dalam Jalan Suci sebagaimana disuratkan di dalam TENGAH SEMPURNA, itulah tujuan hidup yang dibawakan oleh Agama Khonghucu. Tiap insane adalah mengemban Firman yang dikaruniakan TIAN, dan Firman itulah menjadi watak sejatinya, yang menjadi harkat dan martabatnya sebagai manusia. Semuanya itu yang menjadikan manusia memiliki kekuatan, dan kemampuan untuk menggemilangkan Kebajikan Yang Bercahaya dan mengamalkan sebaik-baiknnya dan juga menjadi kewajiban suci di dalam hidup yang harus dipertanggung jawabkan kepada TIAN Khaliknya, kepada sesama manusia, kepada sesama makhluk dan kepada Alam Lingkungan hidup yang mendukungnya. Maka hidup menempuh Jalan Suci menjadi kemuliaan manusia, yang boleh menerima berkah TIAN, membawakan kesejahteraan, persaudaraan dan kebahagiaan dalam hidup ini, baik jasmani maupun rohani, duniawi maupun surgawi.’Jalan Suci TIAN menurunkan berkah atas kebaikan dan menghukum kejahatan’.(Shu Jing IV.III.II.3).