ADALAH seorang naif yang kuatir bahwa pada suatu hari nanti langit akan runtuh dan dia tidak tahu dimana akan bersembunyi. Hal ini sangat mengganggu pikirannya sehingga tidur tak nyenyak, makanpun tidak nikmat. Mendengar kerisauan si naïf tadi, sang bijak mencoba menolong dan menjelaskan; bahwa sesungguhnya langit itu merupakan kumpulan udara (gas)yang di manapun kita berada atau bernafas, kita hidup tepat di dalam langit, mengapa engkau harus merisaukan langit akan jatuh menimpamu?
Namun si naïf masih belum bisa tenang; bagaimana pulau kalau bumi ini hancur? Tanyanya. Bumi juga terbentuk dari kumpulan zat padat. Yang di manapun kita berjalan atau menampakkan bumi, kita bergerak tepat di atas bumi. Mengapa engkau harus merisaukan bahwa bumi akan hancur? Menanggapi perbincangan si naïf dengan sang bijak tadi, kaum sufi berkomentar; pelangi dan kabut tidaklah termasuk dari kumpulan udara (gas)/gunung dan tebing-karang bukankah juga terbentuk dari kumpulan zat padat? Maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa hal-hal tersebut tidak dapat rusak?
