Pada dasarnya proses perencanaan dan pengambilan keputusan dalam program pembangunan kerapkali dilakukan secara 'top-down' (dari atas ke bawah). Karena itu program yang dilakukan dengan pendekatan dari atas ke bawah sering kali tidak berhasil dan kurang memberi manfaat kepada masyarakat. Masyarakat kurang terlibat sehingga mereka merasa kurang bertanggung jawab terhadap program dan keberhasilannya. Bantuan yang diberikan menciptakan ketergantungan yang pada gilirannya akan lebih menyusahkan masyarakat dari pada menolongnya, serta terkadang tidak sesuai kebutuhan dan prioritas masyarakat.
Sasaran utama pemberdayaan masyarakat adalah masyarakat yang terpinggirkan, perempuan dan anak-anak. Pemberdayaan masyarakat itu sendiri akan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menganalisa kondisi dan potensi serta masalah- masalah yang perlu diatasi. Dasar proses pemberdayaan yang digunakan adalah pengalaman dan pengetahuan masyarakat tentang keberadaannya yang sangat luas dan berguna serta kemauan mereka untuk menjadi lebih baik.
