Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Showing posts with label Hindu. Show all posts
Showing posts with label Hindu. Show all posts

Sunday, January 29, 2012

Informasi dan Moralitas

Oleh: IB. Heri J

Muhurtamapi jivecca narah suklena karmana na kalpamapi kastena loka dvaya-virodhina (Canakya nitisastra Bab XIII. Sloka 1). Artinya : walaupun hanya sempat menikmati hidup sesaat saja, tetapi kalau dipergunakan untuk berbuat baik, itu masih lebih baik, daripada menikmati hidup satu kalpa tetapi menyebabkan penderitaan bagi kedua dunia, dunia ini dan dunia setelah mati. Saat ini kita berada pada era kemajuan informasi yang sangat pesat, banyak pakar mengatakan bahwa kalau kita mau maju kita harus mampu menguasai informasi. Pendapat ini adalah suatu ambisi yang barangkali sangat tepat untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain yang sudah maju.

Kemajuan informasi telah banyak membawa manfaat bagi kehidupan bangsa, akan tetapi di lain pihak kita dengan gampang melihat bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kemajuan informasi tersebut. Kadang-kadang kita merasa cemas melihat kenyataan yang terakhir itu, akan tetapi hal ini tidak berarti keputusasaan. Terkait dengan penguasaan informasi, ada segudang pertanyaan timbul.

Sunday, January 15, 2012

Kerjasama Yang Baik

IB. HERI J

Yavat svastho hyayam deho, yavan mrtyus ca duratahTavad atma-hitam kuryat, pranante kim karisyanti. (Canakya Nitisastra, IV, sloka 4)Artinya : selama badan masih kuat dan sehat dan selama kematian masih jauh, lakukanlah sesuatu yang menyebabkan kebaikan bagi roh anda, yaitu keinsyafan diri. Pada saat kematian menjelang, apa yang dapat dilakukan ?

     Untuk berhasil dalam kehidupan baik secara individu maupun kelompok, paling tidak diperlukan tujuh persyaratan yaitu;  pertama, ketetapan hati, kedua, latihan, ketiga, doa, keempat ketenangan pikiran, kelima pengendalian indera, keenam pengaturan makanan yang seimbang dan ketujuh adalah kerjasama yang baik. Pilihan hidup banyak ragam dan jenisnya, oleh karena itu sangat perlu adanya ketetapan hati untuk memilih pilihan hidup itu.  Setelah dengan hati yang bulat menetapkan pilihan hidup dilanjutkan dengan action atau latihan dan latihan.

Nilai Kesabaran dan Ketabahan

Oleh IB  Heri J

Paritranaya sadhunam winasaya ca duskrtam, Dharma samsthapanarthaya sambhawani yuge-yuge (Bhg.IV. 8). Artinya: untuk melindungi orang-orang yang baik dan untuk memusnahkan orang yang jahat, Aku lahir ke dunia dari masa ke masa untuk menegakkan hukum.

PENGALAMAN hidup membuktikan bahwa orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan dan hidupnya hanya untuk kesejahteraan orang lain mengalami berbagai macam kesulitan. Sebaliknya orang-orang yang selama hidupnya relatif jauh dari perbuatan baik dan hanya mementingkan dirinya sendiri justru mendapat kemudahan hidup. Orang-orang awam yang kebingunan dan sedang mengalami kesulitan hidup, mungkin ada dalam benak  pikirannya terlintas, “ buat apa berbuat baik, buat apa sembahyang setiap hari,  tidak juga merubah keadaan”.

Makna Upacara Melukat

Oleh IB.Heri J

Adbhir gatrani suddhyanti manah satyena suddhyanti, Vidyatapobhyam buddhir jnanena suddhyantir (Manawadharmasastra.V.109). Artinya: Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, roh dengan ilmu dan tapa, akal dibersihkan dengan kebijaksanaan.

KONSEP ajaran Hindu tentang menjaga kebersihan dan kesucian diri banyak tercantum dalam kitab-kitab Sruti dan Smerti maupun naskah-naskah rontal peninggalan nenek moyang. Dalam tulisan ini dibatasi menjaga kebersihan dan kesucian diri dengan menggunakan sarana air yang lebih dikenal dengan istilah ”melukat”. Melukat merupakan bagian dari pelaksanaan Manusa Yajna yaitu suatu upacara keagamaan untuk meningkatkan kualitas diri dalam rangka pendekatan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pelaksanaan upacara melukat bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan diri pribadi secara lahir batin yang disebabkan oleh malapetaka atau musibah yang diperoleh akibat dari perbuatan terdahulu maupun dari perbuatan selama hidupnya sekarang. Upacara melukat dapat dilaksanakan berkali-kali sesuai dengan situasi dan keperluan. Mengingat kebersihan dan kesucian diri pribadi merupakan satu syarat terpenting dalam upaya mendekatkan diri dengan  Tuhan Yang Maha Suci.

Saturday, November 12, 2011

Tantangan Hidup Spiritual

Oleh : IB.HERI J

Manusah sarvabhutesu varttate vai subhasubhe, Asubhe samavistam subhesvevavakarayet (Sarasamuscaya sloka 2). Artinya: Diantara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk; leburlah ke dalam perbuatan baik, segala perbuatan yang buruk itu, demikianlah gunanya (pahalanya) menjadi manusia.