Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia
Kami Poetra dan Poetri Indonesia Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia
Kami Poetra dan Poetri Indonesia Menjoenjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia
Itulah bunyi dari keseluruhan Sumpah Pemuda yang dibacakan di Jakarta, 28 Oktober 1928, 83 tahun yang lalu, sapa yang tak kenal? Memaknai peringatan Sumpah Pemuda yang ke – 83 tahun ini, penulis ingin mencoba menguraikan isi dari substansi Sumpah Pemuda tersebut. Ada dua kata yang menggelitik penulis yaitu mengaku dan menjunjung. Mengaku diikuti oleh bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia dan berbangsa yang satu yaitu Bangsa Indonesia. Sedangkan, menjunjung diikuti oleh kata bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. Sehingga paling tidak ada tiga peringatan, yaitu peringatan akan kesatuan tanah air Indonesia, peringatan akan kesatuan bangsa Indonesia, dan mengangkat Bahasa Indonesia di atas tempat yang tinggi sebagai bahasa pengantar dalam pergaulan di Indonesia.
