DI tengah memburuknya kondisi keuangan global, industri perbankan Indonesia sepanjang 2011 tetap kuat. Itu tercermin dari pertumbuhan kredit yang mencapai sekitar 26 persen per tahun sampai Oktober. Begitu juga dana pihak ketiga (DPK) yang meningkat 19 persen per tahun. Sementara, total aset perbankan bertambah 22. persen menjadi Rp 3.408 triliun. Ekspansi di perbankan nasional ternyata juga diimbangi dengan perbaikan kualitas perbankan yang ditunjukkan dengan menurunnya NPL (nonperforming loan) menjadi 2,7 persen pada Oktober 2011 dari 3,1 persen di tahun sebelumnya. Sementara capital adequacy ratio (CAR) perbankan nasional meningkat menjadi 17,2 persen dari 17 persen. Jauh di atas batas minimum
ketentuan Bank Indonesia sebesar 8 persen. Di periode yang sama, modal perbankan juga meningkat 33 persen, dari Rp 308 triliun menjadi Rp 410 triliun.
Kondisi perbankan nasional yang sangat baik itu tentu tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bagus, sepanjang 2011, yakni mencapai 6,5 persen. Satu hal lagi instrument pendukungnya: kepercayaan pelaku bisnis yang tinggi atas prospek perekonomian di tanah air. Bagaimana industri perbankan di tahun 2012? Diperkirakan ada banyak tantangan seiring dengan makin memburuknya ekonomi global yang dipicu
semakin redupnya situasi keuangan negara maju. Kabar kurang baik itu pada akhirnya juga akan memengaruhi ekonomi Indonesia. Tentu, itu akan meningkatkan risiko usaha secara global dan mengurangi likuiditas global, khususnya dalam US dolar.
